Harris, Introducing to the 10th block and the Proposal Project

on Sunday, December 02, 2007
Tak terasa blok sepuluh semester tiga ini sudah tinggal 1 - 2 hari
lagi.. Jujur aja, dari ke sembilan blok yang telah kulewati dengan
susah payah, dengan keringat, suka, dan duka, dengan senyuman,
kemurungan, dan segala variasinya, cuma blok 10 ini yang dengan berat
hati ingin kuakhiri. Tapi juga bukan dalam arti aku ingin gak lulus
sehingga bisa mengalami blok ini lagi. Semua orang berharap dapat lulus
tepat waktu, bukan? Mungkin bukan blok nya, bukan pelajarannya, bukan
juga dosennya. Tapi tentang kelompoknya. Saya hampir bisa memastikan,
gak akan ada lagi blok berikutnya yang dapat mendekatkan kami personil
satu kelompok, setidaknya setengah kelompok kalo mau lebih tepatnya,
seperti yang dilakukan oleh blok ini. Kelompok yang telah disatukan
secara acak oleh TU di awal semester ini, kelompok di mana aku melewati
3 blok di semester ini..

Masih jelas di pelupuk mata, momen yang telah berlalu 6 minggu itu, di
awal blok ini saya berbincang dengan teman di sekitar saya duduk saat kuliah,
si Ido dan si Astrid, membahas jadwal blok ini yang dipenuhi
dengan pulang pagi, gak se-sore blok2 yang lalu. Saat itu Bruder, salah
seorang teman sekelompok, sudah mengingatkan akan adanya tugas
pembuatan proposal buat akhir blok yang pasti akan menyita waktu kita.
"Pulang siang tapi banyak tugas juga sama aja." begitu katanya.. Saat
itu, saya hanya mengiyakan.. masih timbul ketenangan di hati, karena
sesore apapun, Jazz biru kesayangan pasti akan selalu setia menanti di
tempatnya kuparkir pagi harinya..

Sampai akhirnya hari pemberian tugas pun tiba. Setelah penjelasan
tugas, kelompok kami yang ber 13 ini harus dibagi dua untuk membuat
kelompok pengerjaan proposal. Setelah undian yang sarat dengan
kebesaran Tuhan itu, terciptalah 2 kelompok kecil dari kelompok ber 13
ini. Satu berisi Carlos sebagai pria tertampan diantara 6 wanita, dan
satu lagi berisi seorang wanita tercantik diantara 4 orang
pria aneh (termasuk saya) dan seorang bruder di dalamnya.
Masih meragukan cara Tuhan bekerja sampai sini? Saya kira tidak.

Tahap awal pun dimulai. Bab 1 proposal yang berisi latar belakang,
masalah, tujuan, dll, tentang segala sesuatu kenapa memilih penelitian
ini harus ditentukan. Dan pengerjaannya dipilih di satu hari minggu
yang cerah, se-cerah sinar Pegasus yang turun dari surga *gak
nyambung*.. Saat itu kami bekerja di sebuah ruangan berangin di kampus
(windy-red) dan berada di antara anak2 klompok lain dan beberapa kakak
kelas. Saat itu pun mulai tergambar komposisi kelompok ini, dimana
pekerjaan didominasi oleh 2 orang petinggi, sementara 4 pria aneh lebih
sedikit bekerja, banyak ngobrol2, maen2, nyanyi2, tapi harus dicatat,
bukan tidak bekerja, tapi hanya lebih sedikit bekerja..

Dan dari sana lah segalanya bermula..

Perjalanan sebuah kelompok sederhana yang disatukan oleh pekerjaan
proposal, yang dalam perkembangannya di dalamnya diisi dengan
kekompakan, kebersamaan, dan perhatian, yang dipenuhi dengan cinta,
nyanyian, dan kegilaan, juga aura kepenatan bekerja dan selingan dari
personil2 yang menyimpang di tengah pekerjaan, hingga Pegasus yang
sedang mengepakkan sayapnya di bawah sinar bulan pun tertawa melihat
kami.. *mulai menyimpang*

~Harris, ditulis dalam kegundahan hati menuju ujian..

0 comments: