Pada suatu sore di auditorium sebuah gedung fakultas kedokteran salah satu universitas swasta... Di tengah acara orientasi fakultas yang sedang berlangsung...
Suara panitia: "Yak sekarang acara selanjutnya ini cukup serius.. dan hari sudah mulai gelap. Kamu tau kan biasanya ortu suka bilang jangan kluar rumah maghrip2(mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan).. Maka nanti kamu semua konsentrasi ya, jangan sampe pikiran kosong, doa aja sendiri dalam hati, tetep fokus..."
Sambil menunggu giliran, seisi kelompok 15, yang diketuai oleh seorang gadis cantik nan narsis dan dibimbing oleh seorang wanita cantik yang ternyata gak kalah narsisnya, dan tentunya ada saya di dalamnya, saling ngobrol bersama rekan yang berbeda kelompok...
MC: "Yak. kelompok 15 jalan, ikutin PK(pembimbing kelompok)nya!!"
PK: "Yuk, pasang penutup mata nya, jalan pegang bahu temennya, jangan dilepas."
Setelah berjalan sebentar, terasa saya sedang dibawa menuruni sebuah lift... setelah itu gerombolan-entar-berberapa kembali melangkah setapak-setapak dalam kegelapan yang tercipta dari penutup mata..
Panitia-entah-siapa: "Awas, ke kiri dikit.... ayo terus aja gak ada apa-apa di depan... tetep fokus ya, pikiran jangan kosong..."
Setelah beberapa lama, kami dihentikan..
Panitia-entah-siapa: "Kita berada di situasi yang saaangaatt seriuss...Inget ya, SIAPApun atau APApun yang kamu temui di ruangan berikut, kamu harus menghormati mereka. Inget, SIAPApun atau APA pun yang kamu temui di ruangan berikut, kamu harus menghormati mereka... Yuk jalan lagi.."
Awalnya hidung mengendus bau yodium... lama-kelamaan bau itu jadi sangat menyengat dan menyakiti hidung.. dan baru saya sadari kalo itu bau formalin... dengan cirinya yang khas..menusuk hidung.
Lalu saya merasa dihentikan di pinggiran sebuah meja, pegangan ke bahu teman saya dilepas dan saya dituntun untuk memegang pinggiran meja
Suara-bapak-bapak-entas-siapa: "Yak sodara-sodara, di ruangan inilah segala realita hidup tergambar. Di sini tempat mereka yang terlebih dahulu meninggalkan kita. Tapi apa boleh buat, inilah kenyataan yang harus kita hadapi..."
Harris: "apaan sihh, kebanyakan prosesi..-_-"
Suara-bapak-bapak-entah-siapa: "Sekarang ulurkan tangan kalian ke depan, lurus saja... kemudian turunkan ke bawah..."
Terasa di jari-jari saya, sebuah benda yang berstruktur kasar dan berserat, keras serta basah.. belum tergambar, bagian apa itu yang terpegang olehku. Setidaknya anda tau, saya sedang memegang sebagian dari sesuatu yang pasti anda sudah tau...
Suara-bapak-bapak-entah-siapa: "Sekarang bukalah mata anda, pandangi.. apa yang ada di hadapan anda... itulah realita yang ada..."
Terdengar jeritan masal dalam ruangan itu. lambat-laun perih menerjang ke segala mata... Untung saya sedang tak berkacamata, segalanya terlihat tidak begitu jelas...Setelah kacamata terpasang, dapat saya pandangi... sebuah kadaver yang sudah berwarna coklat utuh terbujur kaku di depan saya dan sedang saya pegang kakinya... Adududuhh..permisi, ya, pak, ya, numpang megang... harap maklum, kebutuhan pendidikan...-_-"
Dalam ruangan itu ada 3 kadaver yang terbujur kaku dalam keadaan sudah tanpa kulit dan tanpa otak berada di atas meja terpisah yang terbuka, dan ada sekian banyak yang masih dalam lemari. Tidak heran bau begitu menusuk hidung dan perih menyeruak ke mata begitu pedihnya... . *silahkan dibayangkan dulu* Salah satu yang terbujur dlm keadaan kurang lurus malah masih tersisa pubisnya-_-" *he he, berambut*, Diketahui setelah itu, bapak-bapak tersebut adalah penjaga lab tersebut. Setelah itu kegiatan kunjungan berakhir dan kami kembali ke auditorium...
P.S. Ada yang tak tau kadaver?(entah gimana spelling nya)
Itu adalah mayat yang diawetkan dengan direndam dalam formalin dan yang saya lihat ini sudah berumur 10-15 tahun.. Maksudnya, sudah wafat kira-kira 10/15 tahun yang lalu..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment