"Cinta" satu kata yang begitu puitis. Perasaan kita dibawa di dalamnya. ada yang terbuai oleh indahnya cinta, namun ada kalanya merasa pedih dan sakit karenanya. Cinta mampu membuat kita menemukan hal yang tak terduga. Hal yang paling menyedihkan adalah saat bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita, namun pada akhirnya kita harus melepas orang tersebut. Sering adanya bahwa kita tidak berhenti mencintainya, namun orang tersebut akan lebih bahagia bila kita mau melepaskannya berbahagia dengan orang lain. Memang berat rasanya melepas hal yang sudah dimiliki. Tapi awal dari cinta yang tulus adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya. Ingat, jika kita memaksanya setiap saat, kita hanya mencintai pantulan diri kita.
Kita memang tidak akan pernah tau apa yang kita miliki, sampai kita kehilangan sesuatu yang berarti. Tetapi, benar bahwa kita tidak akan pernah tau apa yang belum pernah kita miliki, sampai akhirnya mendapatkannya. Saat cinta itu tulus, meskipun kita kalah, kita akan tetap menang karena sudah berhasil "menang" dalam menjaga perasaan itu. Tidak hanya itu, memberikan seluruh cinta kita pada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cinta kita. Kita harus menunggu sampai cinta berkembang di hatinya. Jika hal itu tak kunjung tiba, berbahagialah karena cinta pernah tumbuh di hati kita. Cinta itu memang aneh, tetapi cinta adalah hal terindah dari Tuhan.
Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi. Kita mungkin menyadari bahwa cinta itu seakan-akan hilang, tapi kamu tidak perlu mati bersama cinta itu. Orang yang hebat bukanlah orang yang selalu berhasil. Melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka terjatuh. Memang benar, meskipun cinta itu tidak kau pedulikan, cinta itu tetap mulia dan kamu seharusnya bahagia karena hatimu dapat mencintai seseorang yang kamu sayangi.
Berbahagialah bagi kita yang memiliki rasa ssayang. Sayang adalah perasaan yang tidak mudah berubah. Rasa saang adalah rasa yang tidak akan hilang secepat rasa Cinta. Cinta ingin memiliki. Tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia walopun ia yang harus kehilangan.
Disalin dari UTOPIA, buletin UKM Unit Penelitian Mahasiswa Unika Atma Jaya. Edisi 10 - Februari 2005 . Tentu dengan sedikit perubahan.
Tidak, saya tidak menyalin ini untuk siapapun. Jadi jangan merasa tulisan ini ditujukan untuk anda.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments:
hmmm abis cerita mayat orang meninggal diformalin lu cerita tentang cinta ?
waaaaa unik lu
Post a Comment